Alat kerja bersama · dikerjakan di dalam organisasi
Empat template keamanan integratif
Dikerjakan di luar sesi — di dalam organisasi, komunitas, partai, atau kolektif kalian. Proses mengisinya bersama itu sendiri adalah latihannya. Tiap template memantik diskusi, bukan menghasilkan jawaban “benar”. Yang penting kejujuran atas kondisi nyata, bukan kondisi ideal.
Catatan kerahasiaan
Semua isian tersimpan hanya di peramban ini — tidak dikirim ke mana pun. Isi dengan nama peran, bukan nama orang (“Koordinator Wilayah”, bukan “Budi”). Untuk yang terlalu sensitif, cukup tulis tingkat & dimensi ancaman tanpa detail operasional. Yang diserahkan ke IndoPROGRESS adalah refleksi atas pola dan gap — bukan inventaris rahasia organisasi. Gunakan tombol Ekspor untuk menyalin hasil.
Peta Ancaman Integratif
Apa saja ancaman nyata yang dihadapi organisasi kita?
Prinsip: ancaman selalu integratif
Tidak ada ancaman yang berdiri sendiri. Isi ancaman yang sudah atau hampir terjadi dalam 6 bulan terakhir — bukan hipotetis. Untuk tiap ancaman, jelaskan dampaknya di tiga dimensi, sumbernya (Negara / Kapital / Internal), dan urgensinya.
① Ancaman mana yang paling lintas-dimensi — berdampak sekaligus di digital, fisik, dan psikososial? Mengapa ini paling berbahaya?
② Ancaman mana yang paling TIDAK tercover — yang jika terjadi, organisasi paling tidak siap? Apa yang perlu dibangun?
③ Adakah ancaman dari INTERNAL? Jika ya, apa akar masalahnya? (Pertanyaan tidak nyaman, tapi paling penting — paranoia, konflik, kelelahan, kelalaian sering lebih melemahkan dari ancaman luar.)
Diagnosis Fase Perjuangan
Di mana posisi organisasi kita sekarang — dan apakah cara kita berjaga sudah proporsional?
Alat diagnostik, bukan tangga
Protokol yang salah fase berbahaya: terlalu ketat di fase pembangunan (paranoia dini — organisasi mati sebelum tumbuh) atau terlalu longgar di fase konfrontasi (naivitas berbahaya — eksposur, infiltrasi). Satu organisasi bisa di beberapa fase sekaligus di wilayah berbeda. Beri skor relevansi tiap fase (0–5).
① Fase DOMINAN organisasi kami sekarang (boleh kombinasi, mis. “Fase 2 keseluruhan, tapi wilayah X sudah Fase 3”):
② Protokol keamanan yang SAAT INI berjalan lebih cocok untuk fase mana? Ada mismatch?
③ Satu hal yang PALING PERLU DIUBAH dari arsitektur keamanan kami (bukan yang paling mudah, tapi paling mendesak):
Protokol Keamanan Integratif
Bagaimana kita merespons ancaman — konkret, terstruktur, bisa diajarkan.
Protokol hidup, bukan mati
Pilih satu skenario ancaman dari Template 1. Isi sembilan sel (3 dimensi × 3 jangka waktu) dengan tindakan konkret — bukan tujuan. Bukan “amankan komunikasi”; tapi “dalam 2 jam pertama, Koordinator Digital audit semua anggota grup”. Penanggung jawab ditulis sebagai peran, bukan nama.
① Siapa yang akan mengajarkan protokol ini ke anggota baru, dan kapan?
② Kapan protokol ini akan dievaluasi ulang (tanggal konkret, bukan “berkala”)?
③ Bagaimana kalian tahu protokol ini “hidup” — apa tandanya ia dipakai, bukan hanya disimpan?
Rencana Reproduksi Pengetahuan
Bagaimana perjuangan kita berlanjut — melampaui individu, melampaui satu generasi.
Pelajaran dari sejarah yang mahal
Yang dihancurkan pada 1965–66 bukan hanya anggota — melainkan seluruh infrastruktur pengetahuan gerakan. Setiap generasi lalu membangun dari nol. Pertanyaan kunci: “Jika seluruh pengurus ditangkap besok, apakah organisasi bisa melanjutkan?” Jika tidak — apa yang perlu diubah?
Audit pengetahuan
Audit titik tunggal kegagalan
Pengetahuan/fungsi apa yang saat ini hanya dikuasai SATU orang?
Dari daftar itu, mana yang paling berbahaya jika hilang tiba-tiba?
Refleksi penutup: bayangkan organisasi ini 10 tahun dari sekarang. Apa satu pengetahuan — bukan struktur, bukan SOP — yang paling penting ditransmisikan ke generasi berikutnya? Yang paling susah diucapkan tapi paling berharga.
Dokumen ini milik gerakan — boleh direproduksi, diadaptasi, dan ditransmisikan. Sekolah Analisa Kritis · IISRE · DataPrivacy.id